Minimnya elektibilitas masyarakat membuat Rizal Mallarangeng memilih mundur dalam bursa calon presiden 2009. Mulai besok Rizal akan menghentikan segala kegiatannya yang berhubungan dengan kampanye.
“Saya harus realistis. Secara popularitas meningkat tetapi elektibilitas tidak,” ujar Rizal Mallarangeng seusai peluncuran buku berjudul “Dari Langit” di Goethehaus, Jl Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2008). (detik.com )
Rizal Malarangeng hanya satu dari beberapa calon presiden yang getol berkampanye lewat iklan. sehingga capres yang nongol di tv itu pun sering di sebut sebagai “capres iklan” , Siapa lagi kah capres iklan TV yang bakal mundur? mengingat biaya iklan mencapai milyaran Rupiah. belum cukup kuat untuk menjadi modal tunggal untuk melangkah menuju kursi presiden.
Gencarnya tokoh politik yang mengiklankan diri sebagai tokoh yang merasa pantas menjadi presiden membuat saya tertawa dalam hati
Inilah politik indonesia
Politik yang masih menganggap kepopuleran figur menjadi modal kuat untuk maju menjadi capres, bukan visi atau pun misi nya, bahkan banyak bermunculan trend baru dengan slogan ” saat nya pemimpin muda tampil “, menganggap yang muda lebih bisa memberikan pembaruan, mungkin mengekor keberhasilan Barack obama yang sukses tampil dalam usia muda.
Apa para capres iklan itu tak tau, atau mungkin pura-pura gak tau, kalau jauh sebelum obama tampil di panggung politik, banyak memberikan sumbangan pemikiran ataupun kegiatan yang nyata dan mendapat simpati rakyat amerika, bukan sekedar nongol di tv lewat puisi-puisi ataupun kata-kata yang menggelora..![]()
Tapi semua usaha memang wajar untuk di berikan acungan, paling tidak beliau-beliau itu telah berusaha menjadi lebih di kenal. Namun akan lebih di acungi jempol jika usaha mereka tak hanya di iklan, rakyat sudah bosen dengan puisi penuh angan-angan dan harapan, sekarang bukan jamannya lagi film india yang menjual mimpi. karena akan lebih menyentuh di hati rakyat, bila kampanye mereka di di lakukan dengan penyaluran sumbangan ataupun kegiatan amal lain. Dana iklan di tv tak main-main jumlahnya, kisaran milyaran rupiah, bayangkan jika 4 atau 5 sampe 7 tokoh yang gemar beriklan menyumbangkan dana mereka buat pengentasan kemiskinan.
Hanya tulisan penghantar tidur… ngantuk dan capek
.. sudah sampe di bali…






kata 
